Do you know pudak ?


Entah kenapa kog lagi pengen bikin tulisan tentang Gresik. Ternyata banyak yang bisa di explore dari kota industri ini (yang sekarang menjadi hometown saya), salah satu fakta unik adalah masyarakat Gresik yang suka dengan makan dan njajan. Maka tidak heran kalau di sini (kota Gresik) banyak di jumpai penjual-penjual makanan (dari makanan yang modern sampai makanan tradisional). Tapi yang ingin saya explore adalah jajanan khas asli Gresik. Eum, salah satu contohnya mungkin pudak (berhubung tadi habis mengantar Mama saya membeli Pudak. Hehehe).
Pudak, mungkin orang-orang Gresik mengenalnya dengan jajanan yang terbuat dari bahan tepung beras, gula pasir atau gula jawa dan santan kelapa. Yang unik dalam kemasannya, adonan pudak ini dimasukkan ke dalam pelepah daun pinan g yang telah kering, di samak dan kemudian di jahit. Oh iyaa, daun pelepah pinang ini di sebut Ope oleh orang Gresik. Dan untuk pudak ini sendiri ada beberapa rasa yang di tawarkan (setahu saya cuma ada 4 macam varian), di antaranya pudak putih (gula pasir), pudak merah/cokelat (gula jawa), pudak sagu (dari bahan sagu) dan pudak hijau (atau pudak pandan, karena campuran daun pandan). Sebenarnya kalau mau di kembangkan, jajanan pudak ini bisa lebih terkenal di luar kota Gresik dan sekitarnya. Caranya para pembuat pudak bisa menambah varian rasa dengan mengkombinasikan dengan bahan-bahan lain yang alami. Siapa tahu ke depannya di kenal juga ada pudak rasa apel, rasa melon atau rasa lain. Tetapi ada kendala juga sebenarnya, denger-denger nih untuk pembuatan pudak ini cukup susah dan butuh proses lama. Belum juga untuk ope atau kemasannya yang semakin jarang juga bahannya.
But at last, Semoga para pembuat pudak ini semakin kreatif dalam pembuatannya. Dan perlu dukungan juga dari warga Gresik untuk memperkenalkan jajanan khas ini ke seluruh Indonesia (seluruh dunia juga kalu bisa). Dan untuk membeli jajanan unik dan enak rasanya ini, bisa ditemui di jalan Sindujoyo, Gresik. Di sana sentra oleh-oleh khas Gresik, dan banyak juga jajanan khas yang lain.

Quotes of The Week

“ Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang. Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita. ”

preparing for chapter three : the countdown


Yeah, promptly at 0:30 AM (the time in my room). Today is Sunday the 25th December 2011. Me and her doesn't feel has been together for 33 months (yeah also been a long time). And the countdown to 3rd Anniversary of this relationship is beginning. Hehehe
And for her who is now on vacation in Jakarta, 
" I love you nduut. No one can replace you in my heart. Thanks for all this time "

Inside Rain Drop

Outside the gray overcast sky, the water droplets also descended wet earth. I do not know what I think, but I just want to enjoy the rain at the end of this december. And one of happiness when it rains, I could see the smile in the lips of small children who ran it through the grain. drizzle the water that drips from the roof. And the music floated softly from my headphones. Yeah, the rain makes me more comfortable, soothing and healing.





Letters to Mom

Ada yang spesial hari ini ? saya rasa tidak. Semuanya berasa sama saja seperti biasanya. Bangun kesiangan (saya bangun pukul 07.30), rutinitas wajib tiap pagi, sarapan ala kadarnya dan berangkat kerja dengan mata terkantuk-kantuk. Not especialy today. Sampai ketika Mas Arfin (sepupu saya) dan beberapa teman saya mengirim text ke handphone saya, yang berisi puisi dan ucapan tentang hari Ibu. Yaa, saya baru ingat kalau hari ini adalah hari Ibu !

Segera saya teringat sosok Mama di rumah. Beliau Super Mama buat saya. Beliau yang melahirkan saya, membesarkan dan merawat saya hingga seperti sekarang ini. Mama tercinta, walau belia sering cerewet dan bawel. Tetapi beliau sosok Ibu yang serba bisa, pantang menyerah dan mau menderita untuk saya (dan adik-adik saya). Entah kapan saya bisa membalas jasa-jasa beliau (dan mungkin sampai nanti tidak bakal bisa terbalas semua). I love you Mom, and happy Mother's day :)

With sweat and tears, you raise and take care of Me.
Anything you do, for me your son.
Mom, your sacrifice is enormous.
I can't reply to all.
Might be a good and dutiful child that I can do for you.
Mom, I love You !
(letters to Mom - Anta)

Watch Your Mouth !!


Jargon " Mulutmu Harimaumu " mungkin sesuai untuk apa yang saya alami malam ini. Ceritanya tadi pas di kampus saya menanggapi celetukan dosen saya kepada salah satu teman saya dengan tertawaan. Niatnya hanya menertawakan celetukan dosen yang menurut saya lucu, " Kalau pengen koneksi internet yang ga lemot ya besok jangan beli yang dua puluh ribuan mas ", kata beliau. Tapi setelah melihat teman saya yang hanya diam itu, saya jadi ga enak hati. Takut dia sakit hati atau apa gara-gara tertawaan saya tadi (berhubung saya sering di bantu oleh dia).
Memang terkadang lewat omongan atau perkataan, bisa timbul perselisihan dan kesalah pahaman. Sengaja atau tidak, jika kita tidak bisa menjaganya pasti bisa menyakiti perasaan orang lain. Pernah ada yang bilang juga, mending sakit fisik karena di pukul daripada sakit hati gara-gara perkataan. So, pergunakan lidah lisan kita dengan hati-hati (setidaknya bisa mengontrol perkataan kita). Selain member kita keselamatan dalam menjalani hidup, perkataan juga merupakan do'a juga (baik bagi kita atau orang lain).
Finally, to my friend in class, all the words I was very sorry. And hopefully you can forgive me.

Behind the songs that accompany my insomnia tonight



Pukul 02:16 AM (waktu Indonesia di kamar saya), dan mata saya belum terpejam, seperti biasa (masih) setia di depan personal computer di kamar saya. Entahlah, apa yang ingin saya lakukan untuk menghilangkan kebosanan dan mengalihkan dari deraan mata yang masih belum mau terpejam ini. Last choice, selain mendengarkan lagu-lagu kesukaan di playlist, saya akhirnya putuskan untuk iseng-iseng corat coret blog. Hehehe
Adithia Sofyan - Surprise song/Bengawan Solo
Hey lagu ini unik, ini kan lagu ciptaan maestro keroncong Indonesia, Alm. Gesang Martohartono. Lagunya yang berjudul Bengawan Solo termasyur lho di Asia (terutama Indonesia dan Jepang). Jadi ceritanya si Adithia Sofyan men-cover lagu beliau, dengan suara petikan-petikan gitar kustik-nya yang easy listening  dan catchy itu. Greateful, jadi musik keroncong ga melulu di anggap sebagai musik jadul. Anak-anak muda seperti kita bisa mendengarkannya dengan kemasan lain (tapi setidaknya kita harus mencintai musik keroncong sebagai musik asli Indonesia). Kita jangan mau kalah dengan orang-orang Jepang yang sangat suka dan menghargai musik keroncong (terutama lagu Bengawan Solo ini). Good job for Adithia Sofyan, yang mampu membawakan musik keren tanpa harus meninggalkan kultur Indonesia-nya. Salute !
Jubing Kristianto - Becak Fantasy
Dia juga salah satu musisi keren Indonesia menurutku. Petikan-petikan gitar yang mantap dan (kadang) bikin saya merinding hampir di setiap lagunya. Tapi salah satu lagunya yang berjudul Becak adalah favorit saya. Cover dari lagu karya Ibu Soed yang berjudul sama, yang dia aransemen ulang dengan gaya akustik. Jadi lagu Becak ini dapat lestari dan dinikmati kauuum muda seperti saya (dan mungkin banyak yang lain yang juga suka). Video klipnya juga keren, menceritakan seorang abang becak (dan jubing sendiri) yang bisa memflashback waktu dan menyelamatkan sepasang kekasih.
Efek Rumah Kaca – Menjadi Indonesia
“ Lekas, bangun dari tidur berkepanjangan
Menyatakan mimpimu
Cuci muka biar terlihat segar
Merapikan wajahmu
Masih ada cara menjadi besar “
Lagu yang selalu menohok nurani saya, mempertanyakan Nasionalisme saya. Sudahkah saya menjadi Indonesia, dan sudah apa saja yang sumbangsihkan untuk negeri ini ? Efek Rumah Kaca selalu pandai memainkan kata-kata kritis dan menggugah pikiran untuk apa saja yang terjadi di Indonesia. Menjadi Indonesia diilhami dari buku Parakitri T. Simbolon dengan judul yang sama.


photo sources : www.google.co.id (dengan sedikit polesan adobe cs4)

Happy (Lazy) Sunday !!

A very enjoyable sunday. Where can I laze around and sleep enough in my bedroom. The weather is very sunny and hot out there. And certainly, favorite songs on the playlist from my PC. Allah  thank you for the pleasure that you give to me.

now playing:
Adithia sofyan -Tik tik bunyi hujan
Adithia sofyan - After the rain
Ballads of the cliche - Snapshots of Serenity
Jubing Kristianto - Serinade

They're Indonesian Peoples Too ..


Orang utan (Pongo Pygmeus), mungkin kita tahu adalah kera besar dengan lengan yang panjang dan berbulu lebat kecoklatan, yang banyak kita temui (kalau aku, bisanya lihat di tivi dan kebun binatang surabaya) di hutan pulau Kalimantan dan pulau Sumatera. Fakta unik yang aku tahu, orangutan memiliki kekerabatan dekat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia (dimana orang utan memiliki tingkat kesamaan DNA sebesar 96,4%).
Dimana orang utan memiliki tingkat kesamaan DNA sebesar 96,4% ?
Tapi kenapa mereka tidak di berlakukan selayaknya seperti saudara kita sendiri ? Seperti sekarang yang (masih) hangat-hangatnya di bicirakan dan disoroti. Banyak orangutan mati karena diburu dan dibunuh dengan sadis (terutama di pulau Kalimantan). Alasan konyol karena mereka merusak perkebunan dan memakan buah kelapa sawit, dan dengan itu apa harus mereka disamakan dengan hama ? Sebelum kita men-judge mereka seperti itu, apa kita sebagai manusia sudah berkaca ? Hutan tropis yang sangat luas di Kalimantan sekarang telah berubah jauh fungsinya. illegal logging, perluasan industri perkebunan kelapa sawit dan pemukiman-pemukiman penduduk yang baru telah merusak habitat mereka. Dan tidak adanya sumber makanan yang memacu mereka untuk turun mencari makan di perkebunan-perkebunan kelapa sawit (fakta : kebanyakan pemiliknya adalah orang Malaysia). Jadi apakah masih harus mereka diburu dan dibunuh ? sedangkan tiap tahun jumlah populasi mereka terus berkurang (pada tahun 2004 tercatat “hanya” berjumlah 50.000 jiwa). Dan dimana peran pemerintah ? Harusnya ada aturan tegas dan undang-undang untuk menjaga kelestarian orangutan. Jangan sampai orangutan yang menjadi icon Negara Indonesia beberapa tahun ke depan hanya menjadi cerita untuk anak-cucu kita, atau yang parah ditemui orangutan “yang aseli Indonesia” ditemui di kebun binatang milik Negara-negara lain (karena tidak adanya kesadaran kita untuk menjaga dan melestarikan orang utan). Apa harus seperti itu nasib Oranguatan di rumah sendiri, di INDONESIA yang terkenal sebagai Zamrud Khatulistiwa ini ?
Act now, kita perlu aksi nyata untuk melindungi mereka. Perlu solusi yang tepat untuk keberlangsungan hidup mereka. Kampanye-kampanye untuk perlindungan orangutan, Pemerintah yang tegas dengan undang-undangnya dan hukuman yang tegas bagi mereka para “pembunuh orangutan”, masyarakat Kalimantan sendiri, sebagai masyarakat yang dekat dengan mereka dan kita semua sebagai orang Indonesia yang peduli akan nasib mereka. Karena mereka juga bagian dari kita, They’re Indonesian people too, right ?

“ Ketika aku melihat film Rise of The Planet Apes, tidak terbayang jika andai para Orangutan menjadi sangat cerdasnya, menyusun kekuatan dan memburu kita para Manusia, the contrary from existing now. “

Photo sources : en.wikipedia.org (dengan sedikit polesan adobe cs4)

Quote's of the week


“ Tak usah menjadi sesuatu yang bukan dirimu.
Termakan, terbuai, dengan segala citra emas.
Nilai diri, mengapa jadi ragu ?
Tercitra , cantik apa adanya.
Tak terlena, apa adanya.
Citra natural ! “

(Seringai – Citra Natural)

My Sweet Childhood Memories with Ibu Sud (songs)




Ga tau nih, tiba-tiba aja yang teringat jaman masi sekolah TK dulu. Masa doo-be-doo-pap-pap, jaman dimana semuanya yang masih polos dan ceria, hahah. Pas jaman itu juga aku masih suka mantengin tivi yang nyiarin film baja hitam dan ultraman (sampai belain bolos ngaji). Aku yang masih suka membuang susu dancow putih tiap pagi. Di musuhin temen-temen sebaya gara-gara cengeng. Dan masa yang suka-duka pasti ditemenin boneka sock monkey’ku (namanya momon). Bener-bener masa kecil yang ceriah dan unforgetable. Hehehe

Terlepas dari itu semua, aku sangat suka menggambar, paling suka mainin bongkar pasang, dan juga nyanyi !! Yaa, aku dulu paling seneng maju ke depan dan nyanyi sambil teriak-teriak waktu pelajaran menyanyi, konyol. Dan yang paling aku suka dan sering nyanyiin adalah lagu-lagu ciptaan Ibu Sud (secara, waktu itu banyak di ajarin lagu anak-anak ciptaan beliau). Kenapa Ibu Sud ? She so amazed I think. Lebih dikenal sebagai Saridjah Niung Bintang Soedibjo (setelah menikah dan lebih dikenal dengan nama Ibu Soed) adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia.  Banyak dedikasi beliau untuk Negara ini, salah satunya dengan menciptakan lagu anak-anak yang berbahasa Indonesia (karena dulu banyak lagu-lagu anak-anak yang berbahasa Belanda). Dan menurutku lagu-lagu Ibu Sud itu kaya akan nilai moral dalam keseharian kita (ini aku sadari saat sudah besar seperti sekarang). Padahal lirik-lirik buatan Ibu Sud itu yang sangat sederhana. Tapi dibalik kesederhanaan itu, Ibu Sud mampu menyampaikan pelajaran-pelajaran moral yang berguna untuk anak-anak kecil (aku salah satunya). Tetapi sayang, jaman sekarang lagu-lagu beliau (dan juga ciptaan pengarang lagu anak-anak yang lain) sudah jarang terdengar. Yang banyak lagu anak-anak jaman sekarang terlalu komersil dan sudah jarang terdapat nilai moral didalamnya. Dan jika beliau masih hidup, dan melihat lagu anak-anak pada era globalisasi sekarang ini, pasti beliau akan tergerak untuk menciptakan lebih banyak lagu yang dapat mendidik anak-anak Indonesia agar tidak menjadi “dewasa sebelum waktunya”, seperti yang banyak ditemui sekarang.
Maybe ini beberapa lagu-lagu ciptaan Ibu Sud yang masih melekat di ingatanku, lagu-lagu yang paling aku suka dan sering aku nyanyiin dulu.

Tik tik, bunyi hujan
 Tik tik tik, bunyi hujan di atas genting
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua “
Sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana suasana ketika hujan turun. Inspirasi datang ketika suatu hari genting rumah beliau bocor, dan akhirnya terciptalah lagu ini. Dan aku dulu (pas waktu TK), ketika ga dibolehin main hujan-hujanan sama almarhumah Eyang. Cuma bisa liatin suasana hujan dari jendela dan nyanyiin lagu ini.

Hai Becak !
“ Lihat becak berlari
Kereta tak berkuda
Becak .. becak ..
Jalan hati-hati “
Lagu ini tercipta ketika melihat abang becak yang berkeliling mengantar anak-anak. Sekarang mungkin masih bisa ditemui, tapi eksistensinya sudah banyak berkurang. Tergantikan dengan banyaknya masyarakat sekarang yang lebih memilih naik kendaraan pribadi daripada transportasi umum yang ada. Tapi lagu ini pernah jadi anthem song buat jemputan becak Pak Udin, langganan becak yang anter-jemput aku dan teman-teman jaman TK dulu.

Tanah Air
“ Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai “
Salah satu lagu nasionalis yang di ciptakan oleh Ibu Sud, lagu untuk agar kita senantiasa mencinta Negara ini, apapun dan bagaimanapun keadaannya. Lagu yang selalu sukses membuat air mataku menetes ketika menyanyikannya ataupun mendengarnya. I love my INDONESIA !

Pelangi
“ Pelangi .. pelangi .. Alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau di langit yang biru
Pelukis-Mu agung, siapa gerangan ?
Pelangi .. pelangi .. ciptaan Tuhan “
Ibu Sud bisa menggambarkan bagaimana bentuk pelangi tiu secara sederhana (agar mampu dibayangin sama anak Tk seusia aku dulu). Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa Tuhan adalah penciptanya, pencipta alam semesta ini dan seluruh isinya.

Balon
Hahahah. Aku sudah lupa bagaimana liriknya (tadi yang ada malah kecampur lagu pelangi pas nyoba nyanyin). Tapi ini yang paling seneng dinyanyiin oleh hamper semua anak-anak kelasku dulu pas jaman TK (ga tau bagaimana kalau jaman sekarang). Lagu ceria yang menimbulkan efek kaget di tengah liriknya. Tapi juga yang membuatku dan temen-temen dulu tertawa setelah bilang, “DOOR!”, dan kita semua yang harus memegang sisa empat balon kita yang ga meletus erat-erat. I think it’s so lol’ but funny too ..  


photo source : google.co.id

Apa kamu suka membaca ??


Ada cerita lucu tadi pas di kelas komputer-nya Pak Saichu (kebetulan juga menarik buat bahan tulisan. Heheh). Salah satu temenku nih, tiba-tiba nyeletuk setelah aku nanggepin omongannya Pak Chu’ tentang blog (pas kebetulan lagi ngomongin si Raditya Dika, dan kebetulan juga aku tau banyak tentang dia), “ Eh, Anta emang harus ya kamu tau segala tentang komputer dan tetek bengeknya ? ” Di tanya gitu ya kaget juga, maksudnya apa coba, enteng aja aku bilang, “Aku tadi emang ngomong apa, kan cuma asal ngomong ? “  Kemudian dia malah tanya-tanya lain yang sebenernya ga nyambung sama topik bahasan di kelas tadi (kebetulan juga dia tanya macromedia flash player, yang aku juga belum begitu ngerti juga)


Kadang kita mikirnya orang pinter itu orang yang tau segalanya (banyak yang berasumsi demikian). Tapi kalau menurutku ga semuanya begitu, orang awam atau orang ga berpendidikan-pun juga bisa jadi tau segalanya (berwawasan kalau boleh dibilang). Kenapa ? Yak arena kita tau segalanya kan bukan cuma lewat bersekolah, banyak kog media pembelajaran yang bisa buat kita pinter dan jadi tau segalanya (asal jangan sok tau. Hwehehe). Buku-buku, Koran, majalah, artikel-artikel, eBook dan banyak yang lain disekitar kita, semua itu kan sumber ilmu. Asal kita mau untuk belajar dan mau untuk membaca (dan yang paling penting kita bisa membaca).


Jeleknya di Indonesia kita tercinta ini, minat membaca masyarakat kita masih sangat-sangat minim (terutama lagi angkatan muda-nya). Lihat saja di Jepang, masyarakat disana tidak bisa lepas dari yang namanya membaca (mungkin buku atau bacaan sudah menjadi makanan pokok buat mereka).  Padahal budaya gemar membaca (terutama di usia dini) itu sangat perlu. Selain sebagai sumber ilmu, bacaan-bacaan juga bisa sebagai refreshing otak ketika jenuh, sebagai pengisi waktu luang dan bisa juga memunculkan ide-ide inspiratif ketika kebuntuan melanda. Imajinasi kita juga semakin (lebih) berkembang karena banyak membaca. Dan ketika kita mengobrol dengan orang, paling ga kita bisa nyambung dan lebih berkembang deh topik obrolannya. Hehehe


Sekarang singkirkan dulu judgement tentang membaca itu identik dengan kutu buku. Dan ga perlulah jadi orang yang sok tau dan sok pinter untuk show up diri kita ke khalayak umum. Malah, kalau menurutku, itu hanya memperlihatkan bagaimana kerdil dan bodohnya kita. Daripada begitu, mari mulai sekarang kita budayakan membaca, jadikan budaya kita para pemuda Indonesia yang cerdas dan penuh inovasi. Karena orang yang suka membaca itu identik dengan orang-orang cerdas dan jenius (bukan level pinter lagi), Suka membaca itu jendela dunia, kita jadi tau walaupun kita tidak melihat atau melakukannya secara langsung, kita juga bisa mengenal orang-orang terkenal (yang sebelumnya kita juga tidak mengenalnya). Membaca itu mengasyikkan, melepas imajinasi dan memainkan nalar. So, why you not open your book now and start to explore this world ??


Jadi teringat kata-kata Guru saya ketika jaman SD (beliau Inspirasi-ku), “ Apa kamu suka membaca ? Dan berapa buku yang sudah kamu baca hari ini ?? ” Kata-kata yang mengena untuk kita berpacu dalam mencari Ilmu di dunia ini, seperti wahyu Al Qur’an surat Al Alaq 1-5, yang diturunkan malaikat Jibril kepada Muhammad SAW untuk membaca (belajar, mencari ilmu sebanyak-banyaknya). Dan untuk kamu semua, sudah berapa buku yang kamu baca hari ini ?


Gresik : Scene Behind Me

Ini kumpulan foto-foto lama dulu ketika masih yang sok-sok'an belajar fotografi (ceileeh). hehehe
Waktu itu saya pengen explore kota dimana sekarang saya tinggal saat ini, Gresik. Beautiful city, Eksotis dengen banyak bangunan-bangunan tua nan bersejarah. Keragaman kultur (orang jawa, madura, encik/bone, chinese dan arab yang membaur menjadi satu). Kota yang religius (yaiyalah, kan kota santri) dan full INDUSTRIALPOLUTION. Kota sejuta warung kopi, serta kota yang Sumpek juga menurut saya (karena kurangnya fasilitas taman dan rekreasi masyarakat). Yaah, this is my city, my second home-grown (setelah Surabaya). Check this out !!




Salah satu sudut dari gang rumah saya, kampung arab (walao hanya sebuah tiang listrik :P)



Klenteng Kim Hin Kiong, Gresik (di foto dari depan, dengan pak tukang sebagai talent-nya :D)




Lampion yang ada di dalam Klenteng Kim Hin Kiong (niatnya pengen masuk, tapi ga di bolehin. huhu)




Sethia Budhi Straat, salah satu rumah peninggalan belanda di perkampungan "Klenteng"




Sethia Budhi Straat, Gereja Pantekosta yang ada di Gresik (sampingnya SMA saya dulu. hehe)




Sparkle of Gresik, karena kalo malem ada lampu warna warni yang mirip kembang api. hehehe




Salah satu menara dari Masjid Jami Gresik, dan sekarang dalam proses pembangunan menara kedua.




GARLING atau Gardu Suling di Jl. HOS Cokroaminoto, ada juga sebagain yang menyebut dengan Ongkek Suling. 

Sukses = (?)


“ Sukses itu seperti apa sih ??
Dan apa ukuran kesuksesan dari seseorang itu ?? “

Mungkin kita semua ingin jadi orang yang sukses. Orang tua kita juga menganjurkan agar kita berusaha untuk mencapai kesuksesan. Tapi kalau kita tela’ah lagi, SUKSES itu apa sih ? Terus ukuran menjadi orang SUKSES itu mesti yang harus bagaimana ?? Klasik memang, tapi pertanyaan ini yang terus memenuhi otak ketika kita semua dalam proses menjadi dewasa. Di buru bayang-bayang kesuksesan dan terhindar dari hidup yang gagal dan merugi.

Banyak orang yang bilang kalau kita sudah kerja enak (gag susah mungkin gitu maksudnya), hidup berlebih (sampai apapun bisa terbeli) dan menjadi orang yang terpandang di masayarakat, itu baru yang namanya SUKSES. Semua orang pastinya mengamini statement tadi, dan (pasti) semua orang menginginkan SUKSES seperti itu. Tapi apa hanya itu ukuran kesuksesan seseorang, HARTA + JABATAN ? (yang notabene bersifat duniawi). Dan untuk mencapainya (banyak terjadi) orang-orang sering menghalalkan segala cara, yang korupsilah, cari mukalah dan kepalsuan-kepalsuan lainnya. Istilahnya sukses dengan penuh rekayasa kalau menurutku, dan pasti orang seperti itu tidak bakal selamanya di posisi itu.

Kalau bukan harta dan jabatan, terus sukses itu apa ?? Menurutku (ini hasil pemikiran dan perenungan selama bertahun-tahun jalani hidup), sukses itu relative. Kenapa relative ? Ya karena kesuksesan itu segala atau apapun yang telah kita raih selama menjalani hidup ini, bukan suatu pencapaian. Maksudnya begini, selama kita menjalani hidup ini pastinya bekerja dan berusaha, apa yang kita peroleh adalah suatu kesuksesan untuk kita sendiri. Dan kebahagiaan itu, adalah dimana saat kita merasa senang dan bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah. Selain itu sukses kita tidak hanya ketika di dunia, sebagai manusia yang beragama, kita juga perlu untuk mengejar kesuksesan di akhirat kelak. Hidup di dunia ini kan sementara, dan dunia ini juga terlalu semu dan hanya tempatnya kesenangan yang (seringnya) menyesatkan. Ingatlah kepada Allah, banyak-banyak beribadah (sebagai tanda syukur atas apa yang telah kita terima).

Last, selalu berusaha untuk apa yang kita inginkan dan kita citakan, senantiasa bersyukur, jangan lupa untuk berdoa (paling tidak mengingat Allah), InsyaAllah hidup kita akan lebih bermakna dalam mendefinisikan keSUKSESan itu tadi.

“ Jangan pernah mensyaratkan kebahagiaan, karena kebahagiaan itu mengutuhkan apa yang kita capai “

Romantisme Kehidupan Pemulung



Why mesti Pemulung ?? padahal mereka lebih berkesan kumuh, miskin, kotor dan orang-orang malas yang tidak berpendidikan. Nothing special. Mereka yang kerjanya hanya mengais sisa-sisa sampah, mereka yang menggelandang (tidak punya rumah), mereka yang kebanyakan hidup di garis kemiskinan Negara ini. Subyektifitas para pemulung-pemulung hanyalah kata-kata dan statement negative itu tadi. Apa hanya itu saja yang mendeskripsikan seorang pemulung ?? Tentu saja tidak ..

Menurut saya, mereka itu sekumpulan orang-orang aktif, ulet dan kreatif. Dengan kekurangan yang mereka miliki (kemiskinan, pendidikan yang kurang, tidak adanya lahan pekerjaan yang layak dan pantas), mereka selalu mencoba tetap survive menjalani kehidupan ini. Terpaan terik matahari yang menyengat, bau sampah dan kotoran dari berbagai macam tanpa ada rasa jijik dan malu-malu, mebalik-balik sampah guna mengumpulkan barang bekas baik kertas, kardus, besi, plastik dan lain yang bisa dijual kembali kepada para pengepul. Mereka adalah pahlawan kebersihan lingkungan tanpa tanda jasa, selain Bapak/Ibu pasukan kuning (dan tentunya instansi Dinas Kebersihan dan Tata Kota).
Tetapi mengapa kadang keberadaan mereka cenderung termarjinalkan ? Jadi buruan SATPOL PP dan kadang menjadi musuh warga karena asumsi bahwa kadang mereka  juga mencuri (?) Mereka hanyalah orang-orang yang miskin (dalam artian kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya), Orang-orang yang tertindas karena kebijakan-kebijakan Negara ini.

Jadi mulai sekarang ubah sudut pandang anda terhadap meraka. Tidak semua pemulung memiliki citra buruk dan kumuh, menjadi pemulung juga membutuhkan proses (dan tentu saja itu pilihan hidup). Malah kalau lebih kita dalami kehidupan mereka, banyak pelajaran dan ilmu positif. Bagaimana kegigihan dan keuletan mereka sehingga menjadi orang-orang sukses (untuk ini sudah banyak contohnya di negeri ini). Dan tidak semestinya kemiskinan itu dilanggengkan melalui struktur-struktur social yang terus mengungkung golongan miskin sehingga mereka tiada lain hanyalah robot-robot yang senantiasa terkendali. Karena kita semua sama-sama mahluk ciptaan Tuhan, sama-sama satu Negara Indonesia dan mulai sekarang hilangkan perbedaan. Budaya peduli terhadap sesama dan saling menghargai untuk INDONESIA SATU !

Instant is better than you studying hard (?)


“ Selamat datang di era kemunduran,
dimana pikiran tertutup jadi andalan,
mendekatkan kepada kebodohan yang di pertahankan,
selamat tinggal era kemajuan”



Mungkin kata-kata dari lirik lagu seringai-mengadili persepsi cocok untuk gambaran yang terjadi di tempat belajar saya sekarang. Minggu ini di selenggarakannya ujian tenggah semester atau lebih kerennya kita pakai bahasa mid test. Sedikit gambaran, adalah ujian untuk mengukur sampai dimana dan bagaimana kita sebagai ‘orang yang belajar’ memahami ilmu yang kita terima selama setengah semester ini. Seharusnya yang ada adalah suasana ujian yang hening dan semua terkonsen pada lembaran-lembaran kertas berisi soal dan jawaban yang ada di hadapan kita. Itu gambaran yang ada dibenak saya (pengalaman selama 12 tahun bersekolah). Penuh gairah, antusias dan obsesi untuk menjadi yang terbaik. Semua disiapkan, intesitas belajar pun bertambah, semua untuk mid test (namanya orang yang terobsesi ya gini ini).

Tapi fakta lapangan 180◦ terbalik. Bayangan mid test yang menggairahkan, langsung lenyap, buyar begitu saja. Shock, kecewa dan terheran-heran. Suasana kelas yg ramai, disana-sini semua mencontek massal, open book. OooH god, what the hell it is ?? apa ini mid test buat anak ‘mahasiswa’ ??? Kok prakteknya lebih mirip mid test buat anak-anak SLB ??? Padahal mereka semua itu mahasiswa, para calon pemimpin bangsa, kader perubahan. Tapi kalau pada praktiknya seperti ini, apa masih layak embel-embel mahasiswa tersemat ?? Hanya karena menuhankan nilai test yang bagus mereka meninggalkan apa yang dinamakan dengan proses, budaya copy paste, dan mereka gadaikan kejujuran.


Inilah budaya akut yang banyak ditemui di dunia pendidikan Indonesia. Mungkin mid test adalah lingkup kecilnya, yang lebih luas pun (lebih sedikitnya) menggila. Ujian akhir semester maupun ujian Negara pun banyak dijumpai contek-mencontek dan kecurangan. Mungkin ada yang jujur, tapi itu hanya segelintir (dan kebanyakan mereka di cemooh, di musuhi dan yang aparah ada yang memilih mengikuti arus). Kenapa harus yang instan kalau dengan berproses kita bisa lebih baik (walau butuh waktu) ? Kenapa keyakinan akan kemampuan kita tidak tertanam di hati kita ? Apalah guna benak yang diberikan oleh tuhan kalau tida dimaksimalkan ? Harusnya kita malu dengan diri kita, percuma kita memiliki nilai bagus tapi pemahaman konsep dan untuk aplikasinya di kehidupan kita nol. Percuma juga kita mengekor, kalau itu tidak sesuai dan malah kitanya yang jadi jauh tertinggal. Apakah akan seperti ini budaya bangsa kita ? Mau seperti apa kita sebagai kader-kader bangsa ke depannya ? Saatnya sekarang merubah dan berubah, mungkin pada praktiknya susah. Tapi semua ini harus (sedikit demi sedikit) diluruskan, kita hapuskan budaya benalu ini, tanamkan rasa malu untuk copy cat orang lain, Yakin pada kemampuan diri (benak kita ), gali dan kembangkan potensi kita, dan jadilah menjadi mahasiswa kader perubahan yang penuh inovasi. Ayo orang-orang belajar Indonesia, kita songsong era kemajuan !!

“ Era baru, milik kalian, hapus norma usang
Tampak beda, tak meyakinkan ? hanya sisi luar
Buka pikiran, luaskan sudut pandang, saatnya unjuk taring ! “

* Based from what I see around ..