Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Pawitran 1653 dpl.

   Ini adalah pengalaman pertama saya mendaki sebuah gunung, bukan gunung tertinggi di tanah Jawa memang. Tapi kemarin itu sangat berkesan. Kenapa ? simple saja jawabannya, saya jadi tau apa itu makna persahabatan, kerja sama tim, menghargai alam, mencintai apa yang ada di negeri ini dan terakhir, sadar atas kebesaran dan kuasaNya. Pawitran atau sering disebut penanggungan adalah pijakan pertama, mungkin kedepan ada gunung-gunung lain yang insyaallah akan saya tahlukkan. Karena saya memiliki obsesi untuk berdiri di tanah tertinggi di Jawa ini.





Jogja's Sunny Holiday

   Finally, setelah sekian lama menunggu, akhirnya saya dapat kembali ke salah satu kota romantis di Indonesia. Yogyakarta, terakhir kali saya kunjungi sekitar tahun 2008. Cukup lumayan lama, maka tidak ada salahnya saya sangat merindukan setiap spot di kota ini (banyak yang sudah berubah !). Tidak banyak yang akan saya tulis kali ini, kecuali kumpulan foto-foto dan kesan liburan saya kemarin. Sunny's City, Good Peoples, Fine Art, Sweet Food, Creative Youth, Wonderful Heritage ! 







Love Affair With Payung Teduh









Yeeep, best music's experience ever. Cheap clothes, yummy foods, beauty girls, nice cold beer and also fine music from Payung Teduh. Thank you a lots @sundaymarketSBY

COMPLICA-SHIT !!

yeaah, mungkin judul diatas cukup mewakili apa yang menjadi benang kusut pada kehidupan saya saat ini. That's disturb my sleep at tonight, that's damage my creativity too. Rumit, karena ini berkaitan dengan hati (ya, hati .. tentang hati ..). Entahlah bagaimana saya harus mengambil sikap, menentukan pilihan, yang saya kira keduanya merupakan pilihan sulit dan cukup dilema. Oh, God lets give your way. Ameeen ..

NP : Payung Teduh - Menuju Senja


Jujur, lagu ini selalu bisa membius hati dan pikiran saya dalam setiap keindahan musik dan liriknya. Mungkin semacam mood booster, ketika sedang capek dan juga down.

They're Always Be a Wonder Woman

  Wanita, entahlah mahluk tuhan yang satu ini sungguh sangat istimewa dan sekaligus penuh misteri. Kenapa ? istimewa karena kelembutan, perhatian, kesetiaan dan pengorbanan mereka terhadap suami, anak, cucu atau bahkan untuk kekasih. Mereka selalu memberikan perhatian walaupun kadang kita (para lelaki) merasa risih dan menganggap bawel. Padahal yang saya tahu mereka hanya ingin peduli kepada kita. Mereka selalu setia, walaupun kita (para lelaki) seringkali meninggalkan, berbuat dan bersikap kasar. Mungkin mereka sedih dan kecewa, tetapi mereka selalu mencoba tegar, sabar dan selalu lembut di depan kita. Mereka mau dan rela berkorban untuk apa yang menjadi kebutuhan dan kebahagiaan kita.
  Dari sekian banyak wanita di bumi ini (entah berapa jumlah pastinya), hanya ada segelintir wanita-wanita istimewa di dalam hidup saya. Yang pertama, pastilah mama saya. Wanita tangguh, sabar, tegar dan rela berbuat apapun untuk saya dan adik-adik saya di rumah. Walaupun seringkali beliau bawel dan marah-marah, percayalah beliau selalu melakukan itu karena dasar sayang dan peduli kepada kami (anak-anaknya). Yang bodohnya, sering salah artikan sebagai sikap benci dan menyebalkan. Padahal apa yang telah beliau lakukan sangat besar, dan apa yang saya lakukan untuk kebahagiaan beliau masi belum ada, sama sekali.
  Yang kedua, saya ingat nenek saya, ibu dari ayah saya. orang yang sangat sayang dan merawat saya sedari kecil. Yang mengajarkan dan mendukung apapun yang menjadi kesukaan dan kemampuan saya saat ini. Yang selalu melarang saya jajan sembarang, tetapi mau menggantinya dengan membuatkan kue atau jajanan untuk saya. Alasannya simple saja, biar saya tidak sakit (mungkin dulu ketika saya masih kecil gampang sakit). Nenek terbaik yang selalu mengajak saya plesir kemana-mana setiap akhir minggunya, yang merawat dan menjaga saya ketika sakit asma atau batuk parah saya kumat. Sayang beliau tidak lama menemani hidup saya, karena ketika saya beranjak kelas enam Sekolah Dasar (SD) beliau wafat. Padahal misalkan beliau masih ada sekarang, ingin saya bilang, "Terima kasih nenek, saya mampu tumbuh seperti sekarang karena anda yang merawat saya dengan penuh kasih sayang dan juga telaten."
  Wanita terakhir, mungkin istri saya kelak, tetapi entah itu siapa (karena masih abu-abu). Bolehlah, sementara untuk kekasih saya sekarang, Rakhma Novianita. Mungkin dia wanita yang memadukan sisi dari mama atau nenek saya tadi, sedikit cerewet, penuh perhatian, rela berkorban, selalu mendukung apa yang saya inginkan (asal baik) dan juga jago masak. Ya walaupun ada beberapa sifatnya yang tidak saya sukai sebenarnya, but that's okay. Kalau kita mencintai seseorang karena apa yang baik pada dia, maka kita juga harus siap untuk menyayangi apa yang menjadi kekuarangannya (ciyeeh). Tetapi itulah adanya, satu lagi, mungkin dia tidak sempurna, tetapi dia selalu mencoba untuk terlihat sempurna. Selain itu untuk kesetiaan, hmm, bisa dikatakan dia wanita yang setia. Walaupun nih, saya sering dan seringkali membuat kecewa dan menangis. Tetapi dia selalu mencoba untuk memaafkan dan menerima saya kembali.
  Yep, they're always be a wonder woman for me, for my life, in the past, now or (maybe) soon. Mungkin tulisan ini hanyalah sebagai gambaran untuk kita (para lelaki) untuk selalu menghormati dan menghargai wanita, siapa pun itu. Karena hidup kita (diakui atau tidak) selalu dekat dan membutuhkan wanita-wanita hebat untuk mendukung, membantu dan merawat kita.

Quotes of The Day


That for me, how about you ? agree ?

How Simple Life Is ?

   

   Hidup, kadang sering kita berpikir bagaimana dan apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini ? Pertanyaan simple tapi memiliki jawaban yang beraneka ragam antar manusia satu dengan yang lainnya. Mungkin ada yang merasa bahagia ketika hidupnya penuh bergelimang harta, hidupnya bahagia karena memiliki jabatan dan kekuasaan yang tidak terkira, hidupnya bahagia karena memiliki istri sembilan atau lebih (what shit happen !) atau malah hidupnya bahagia karena setiap harinya dia mampu berderma memberi makan orang-orang disekitarnya. Hmm, aneh tapi itulah adanya.
   Menurut Dalai Lama (pemimpin spiritual Buddha di dataran tinggi Tibet), "The purpose of our live is to be happy". Dan dimensi pengertian bahagia sangat banyak dan sedikit rumit (menurut saya). Tetapi percayalah, kebahagiaan sejati adalah dimana menjadi apa yang mampu kita capai, mensyukuri dan membaginya dengan orang yang kita kasihi dan yang ada disekitar kita. Toh, dunia tempat kita hidup ini hanya fana dan semu belaka, jadi tidak perlulah yang sempurna untuk merasakan kebahagiaan dalam hidup. Last words, how simple your life ? Kalau saya, bisa hidup tenang, nyaman dengan orang-orang tercinta dan selalu bersyukur atas apa yang saya miliki saja sudah cukup. Oh lupa, satu lagi, bisa makan indomie dan plesir ke tempat-tempat indah di Indonesia ini juga suatu kebahagiaan (lol !)  :)

Kenapa Kawula Merdesa ?


Cukup banyak orang, teman atau bahkan customer yang seringkali bertanya tentang hal ini kepada saya, “ Mas, kenapa kok nama usahanya Kawula Merdesa ?” Kalau boleh jujur nama ini sangat special untuk saya, berasal dari kata-kata berbahasa jawa (bukan berarti saya termasuk orang yang sukuisme), arti kata kawula yang berarti orang, sekumpulan orang dan merdesa, yang berarti hidup dengan layak (yang saya ketahui setelah membaca buku karya Pandji Pragiwaksono yang berjudul Berani Mengubah). Jadi kalau digabungkan menjadi orang atau sekumpulan orang yang berusaha untuk dapat hidup secara layak.
Merdesa, mungkin mirip dengan kata merdeka yang berarti bebas, mandiri atau berdiri sendiri. Semua tahu Negara tercinta ini sudah lama merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah kita sudah benar-benar merasakan bagaimana menjadi orang yang hidup merdeka dan merdesa ? Mungkin segelintir orang sudah ada yang merasakan bagaimana rasanya merdesa, sisanya atau bahkan kebanyakan dari penduduk Negara ini saya pikir masih hidup dalam kondisi yang bisa dikatakan kekurangan atau miskin. Indonesia tercinta ini juga masih kurang berdaulat (baca: merdeka) di rumah sendiri, karena masih dikuasai oleh penjajahan dalam bentuk lain (ekonomi, budaya, dll.). Yang paling mengelus dada terutama bagaimana kekayaan alam kita yang diekspoitasi secara habis-habisan oleh asing melalui perusahaan-perusahaannya yang berdiri di negara ini atas nama investasi. Yang menyebabkan kita (para pribumi) hanya puas menjadi buruh dan puas menikmati remah-remah buangan dari apa yang seharusnya bisa kita nikmati sepenuhnya.
Saya pikir solusi untuk permasalahan ini adalah bagaimana kesadaran kawula (orang, masyarakat) Indonesia untuk sadar bahwa kita adalah individu merdeka yang bisa hidup mandiri atas daya dan kekuatan kita sendiri. Seperti kata Bung karno, “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”. Maka kesadaran saya adalah bagaimana untuk hidup ini kita harus percaya atas kemampuan sendiri yang dalam artian berani untuk berwirausaha (entrepreneur), menciptakan lapangan pekerjaan, memberdayakan masyarakat sekitar dan mensinergikan antara komoditi local dengan teknologi secara arif. Sehingga ke depan kehidupan kawula Indonesia bisa hidup layak (merdesa), sejahtera, gemah ripah loh jinawi seperti kemasyuran Indonesia masa lampau. Maka setelah mendengar penuturan saya ini, banyak orang yang bilang arti kata ini sangat filosofis, tapi untuk saya kata-kata ini mengandung doa, harapan dan cita-cita yang harus diperjuangkan. Bukan hanya untuk usaha yang sedang saya jalankan saat ini, tetapi untuk kehidupan kawula Indonesia. Merdeka dan Merdesa !!

Sorry I'm in a bad mood tonight

Entahlah apa yang membuat hati dan pikiran saya sekacau ini. Tidak bisa berpikir secara jenih dan hati yang dipenuhi emosi. Manusiawi mungkin kata beberapa orang, tetapi sangat sangat menyiksa saya. Dan saya hanya bisa meluapkan segala emosi dan kecamuk dalam dada pada tulisan ini, musik yang terdengar hambar dan hasrat untuk segera tidur. Okay enough, I hope tomorrow is better and more fun than today.

Malang Holy-time (part 1) : FABULEUX BATU SECRET ZOO

    Yeay, finally I can get back vacation. although for the holidays not far away, I was going to Malang. Have not counted how many times I visit this city, especially visiting the sights. But this special time, because I was with my friends working in ALMAHA. And this little story about the trip yesterday.
    As usual Batu town offering coolness and natural beauty with a backdrop of mountains and hills. Not to mention the atmosphere harmony of rural and agricultural, that made me enchanted. Our vacation destination this time is to visit Batu Secret Zoo. Honestly, this is the first time I went here. So I was very enthusiastic and enjoy. Batu Secret Zoo offers a concept of modern zoo that combined with a variety of rides and wildlife museum inside as well. Exciting, because I get to see and learn about the animals of course. And surrounds this place also takes a long time, because the place is huge!!
   Trip around Batu Secret Zoo is completed at four o'clock. Tired, Happy and satisfied that I have feel. And before ending concludes with pictures with ALMAHA friends in front of the Museum Satwa. But I have not finished holiday, because the next day I was there the other exciting trips in this cold city.





Belajar Untuk Siapa ?


    Belajar, mungkin tidak ada yang salah dengan kata ini, aktivitas ini. Semuanya butuh belajar, semua orang pasti ingin belajar. Dengan belajar kita yang awalnya tidak bias, tidak mampu dan tidak tahu apa-apa menjadi bisa dan bahkan menjadi expert. Intinya belajar adalah aktivitas yang bermanfaat dan adilhung bagi kita para manusia.
   Tetapi apakah kita pernah menyadari ada yang salah dengan aktivitas belajar kita, terutama (mungkin) pada saat di sekolah, perkuliahan atau di manapun itu. Ketika kita sedang belajar tentang ilmu atau suatu hal yang sangat-sangat tidak kita sukai. Yeaah, I think that just wasted my time and fuckin boring time. Kita mungkin akan mengantuk, melamun atau bahkan mengacuhkan materi yang sedang diberikan oleh para Guru atau pendidik. Kenapa bisa demikian ? Kalau menurut saya pribadi ini disebabkan karena tidak adanya dorongan (feel) untuk bisa interest atau bahkan respect terhadap ilmu tersebut. Alasan kedua mungkin kita tidak terlalu membutuhkan ilmu tersebut (ckck). Ketiga (ini alasan yang lebih klise), kita tidak ahli atau bisa dibilang payah untuk ilmu atau pengetahuan ini. What else ? Entahlah bagaimana perspective dari teman-teman.
    But whatever that, seyogyanya kita belajar atas nama kesadaran. Kesadaran karena kita membutuhkan ilmu tersebut untuk mencari kerja dan mengejar kekayaan yang semu. Atau kita merasa harus memiliki ilmu atas nama kemanusiaan (memberi manfaat untuk kehidupan bersama) dan pertanggung jawaban nanti dihadapan Allah. Jadi anda belajar untuk siapa ?

Saturday Swing With Mocca : Photo Report

Arina was playing her flute, cool

shows a gift from fans

Toma capture photo abou madness concert in Colors
yeeay, I got the ticket
narcism me ! haha
disco light
Wall of fame

fire action-filled concert


Selokuro Rainy Trip

     Yeaay, akhirnya liburan juga hari minggu kemarin. Walaupun tidak ke tempat wisata yang jauh atau mall-mall di Surabaya yang dingin dan memanjakkan nafsu belanja. Tujuan saya dan teman-teman adalah Lamongan, tepatnya kecamatan Selokuro. Ada beberapa alasan kami pergi ke desa yang masih asri ini, pertama adalah untuk urusan bisnis, kedua liburan tentunya dan terakhir adalah mengantar teman saya Agung mudik. hehehe
     Perjalan siang kemarin agak sendu mendayu-dayu, mendung dan gerimis mengundang menemani kami. Benar saja, sampai di daerah Sembayat (Gresik), kami bertiga sudah basah kuyup terkena air hujan dan cipratan air dari kendaraan lain. Menjegkelkan tentunya, tapi nikmati sajalah perjalanannya. Kami tiba di kecamatan Selokuro tepat pukul 2 siang, pemandangan khas desa dan rutinitas pribumi sekitar menyambut kami bertiga. What heaven like that, huh ?












































      Setelah rehat sebentar di rumah Agung, kami akhirnya menuju ladang tempat rencana kami bertiga akan berternak lele. Selain itu kami juga akan megembangkan budidaya Rosella. Cukup menjanjika saya pikir, mengingat dua komoditi ini (lele dan rosella) cukup digemari masyarakat luas. Ini peluang untuk kami bertiga, kesempatan yang akan maksimalkan agar mendapatkan suatu yang besar nantinya. Hahaha
      Ladang di desa sini masih sangat subur. Banyak hamparan tanah merah, yang konon adalah tanah yang baik untuk bercocok tanam karena tingkat kesuburan yang tinggi. Didukung dengan ketersediaan air yang sangat melimpah. Benar-benar Indonesia-ku yang subur dan kaya.


























      














      




      Jujur sangat menyenangkan dapat bermain hujan-hujanan dan jalan di ladang hijau yang asri. Banyak yang saya temui disini, daun hijau yang basah, bau tanag yang alami, buah-buahan dan juga binatang khas pedesaan. Sebelum saya kembali ke rumah untuk segera pulang ke Gresik, saya sempatkan untuk menggambil beberapa daun singkong muda. Hitung-hitung sebagai oleh-oleh untuk Ibu tercinta di rumah.
Gerimis, ladang hijau, orang-orang desa yang ramah dengan alamnya yang segar. That's perfect Sunday for me, thanks God !

I'm is back !!



Woaaaa !! Akhirnya bisa nulis lagi, setelah sekian lama menghilang ditelan bumi (ga segitunya kalee). Well, kebetulan ini merupakan pertama kalinya saya (kembali) nulis di blog ini. Jadi belum banyak ide yang bisa tertuang dalam tulisan seperti biasanya. Maklum saya cukup disibukkan dengan rutinitas dan beberapa tugas. Last word, semoga secepatnya ada postingan yang bermanfaat seperti biasanya :)

I'm feel so blue

I've been so lonely these days. I feel like something's missing, It feels like there's an emptiness that hot vanilla milk won't fill, not warm tea. Maybe it's the thing called "feeling blue".

sad man, yes I'am

actually were in the lowest point, I felt confused and didn't know what to do. There's something missing, something seems lifted by force in my life. I don't know what day tomorrow, what I could be with her again. I can only hope that one day the time came, and I promise willn't be a waste anymore. Yes, now I can only waiting for her.

I call them jerk !




Pemandangan miris saya temui tadi sore ketika sedang mengisi bensin di SPBU. Banyak saya lihat mobil-mobil mewah ikut mengantri mengisi bensin premium. Padahal premium yang kemarin harganya akan naik dan mendapat tentangan dari semua rakyat Indonesia dan terutama mahasiswa (dan akhirnya harganya tidak jadi naik 1 April kemarin). Padahal premium merupakan bensin bersubsidi untuk masyarakat kecil. Apa mereka (Orang kaya bermobil mewah dan ikut mengantri bensin premium) itu tidak tahu malu, tidak punya hati. Mereka kan punya uang banyak, kenapa beli pertamax yang harga 1 liternya 10500,- saja tidak mampu ? Belum lagi konsumsi bensinnya yang puluhan liter tiap pekannya. Kontras apabila di bandingkan dengan konsumsi masyarakat bawah yang paling cuma 5 liter tiap pekannya (malah ada yang tidak sama sekali, karena motor saja tidak punya). Woiii, dimana kalian pemerintah ? para wakil rakyat yang katanya pro rakyat? Kalau terus begini sama saja bensin subsidi itu diperuntukkan bagi orang-orang kaya, pejabat korup yang mobilnya mewah, banyak (sampai karatan di garasi karena cuma untuk koleksi semata). Sama saja rakyat kecil dan miskin selalu menjadi korban. Perlu kebijakan yang tepat untuk mengatasi ketimpangan ini, perlu pengawasan, pembatasan dan solusi lain agar subsidi rakyat kecil tepat sasaran. Kalau perlu mobil mewah yang ada di Indonesia dikenakan pajak yang tinggi (supaya tidak ada lagi orang kaya yang hobi nimbun mobil banyak-banyak). Infrastruktur juga perlu dibenshi (angkutan publik, jalan raya dan jembatan), supaya masyarakat bisa beralih ke angkutan umum. Lebih merakyat, mengurangi emisi dan subsidi bensin dapat dialihkan ke subsidi yang lain (pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan). Semoga pemerintah dapat lebih peka dan tanggap terhadap masalah rakyat kecil, dan untuk orang-orang kaya bermobil mewah dapat segera mendapat pencerahan. Andil anda melalui tidak membeli bensin bersubsidi dan membayar pajak lebih tepat guna untuk negara ini.

April fools


Hey April, welcoming for you. Do you know if I bore, tire and under preasure. Work, lecture every day, and I think I need some holiday. April hope you give me exciting, lot of fun. And please don't be fools for me.

lifeline



Yaah, akhirnya saya bisa kembali menulis lagi di blog ini. Setelah sempat absen (dengan terpaksa) beberapa bulan ini. Semoga tidak hanya ini, semogake depannya saya kembali dapat membuat tulisan-tulisan seperti biasanya. Yeaah, I wish and this is it my come back. Hahaha