Ini adalah pengalaman pertama saya mendaki sebuah gunung, bukan gunung tertinggi di tanah Jawa memang. Tapi kemarin itu sangat berkesan. Kenapa ? simple saja jawabannya, saya jadi tau apa itu makna persahabatan, kerja sama tim, menghargai alam, mencintai apa yang ada di negeri ini dan terakhir, sadar atas kebesaran dan kuasaNya. Pawitran atau sering disebut penanggungan adalah pijakan pertama, mungkin kedepan ada gunung-gunung lain yang insyaallah akan saya tahlukkan. Karena saya memiliki obsesi untuk berdiri di tanah tertinggi di Jawa ini.
Showing posts with label potrait. Show all posts
Showing posts with label potrait. Show all posts
Aisyah, Gadis Kecil Tangguh Berhati Mulia
Cukup tertarik pada saluh satu berita di televisi yang saya tonton barusan. Bukan berita tentang politik, ekonomi atau bahkan gosip. Hanya berita yang menggambarkan sosok gadis kecil berusia delapan tahun yang merawat ayahnya yang sakit bebrapa tahun belakangan ini. Sungguh menggugah hati, pasalnya Siti Aisyah hanyalah gadis kecil, tetapi setiap harinya berusaha merawat, menjaga dan menghidupi ayahnya dan juga dirinya diatas becak. Memang ada yang membantu, dengan memberi uang dan makanan, tetapi mereka bukan mengemis.
Apa yang bisa saya atau kita pelajari dari kisah Aisyah ini adalah jangan mudah menyerah, jangan mengeluh, terus berusaha, terus bertahan atas apa yang menjadi cobaan hidupmu. Karena hidup adalah perjuangan, dan percayalah suatu saat nanti akan indah pada saatnya. Untuk Aisyah, kamu hebat dik !
Label:
human interest,
indonesia,
inspirational figures,
potrait,
social,
story
Jogja's Sunny Holiday
Finally, setelah sekian lama menunggu, akhirnya saya dapat kembali ke salah satu kota romantis di Indonesia. Yogyakarta, terakhir kali saya kunjungi sekitar tahun 2008. Cukup lumayan lama, maka tidak ada salahnya saya sangat merindukan setiap spot di kota ini (banyak yang sudah berubah !). Tidak banyak yang akan saya tulis kali ini, kecuali kumpulan foto-foto dan kesan liburan saya kemarin. Sunny's City, Good Peoples, Fine Art, Sweet Food, Creative Youth, Wonderful Heritage !
Label:
indonesia,
personal,
potrait,
travel report
Inside Trowulan
Entah untuk berapa kali saya mengunjungi tempat ini, Trowulan. Yang dulunya merupakan bekas ibukota kerajaan besar Majapahit, kota modern pada zamannya, kota dengan arsitektur irigasi air yang canggih. Seperti candu, tidak puas hanya sekali atau dua kali untuk mengunjungi tempat ini. Deretan candi-candi yang berdiri megah mempesona, museum yang menyimpan harta karu majapahit, suasana desa yang asri, alami dan lugu. Ah, what could be more better than peacefully feeling ?
Perjalanan kali ini saya ditemani oleh sahabat saya, Agung, dan mungkin ini adalah pengalaman pertama kalinya dia mengunjungi situs Trowulan. Kami datang memang kesorean, belum lagi suasana Mojokerto yang sedang mendung syahdu. tetapi ini tidak menyurutkan niat kami menikmati pesona Trowulan sore ini.
Situs yang pertama kami datangi adalah, Gapura Wringin Lawang. Saat itu, memang sedang sepi. Tidak ada pengunjung yang datang selain kami. Kesan pertama (atau kesan untuk kesekian kalinya ?), kenapa situs ini tidak ada penjual makanan atau souvenir khas dan unik lainnya. Padahal menurut saya lumayan lho, untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Tetapi yang kasihan lagi ya petugas penjaga situs ini yang lumayan sepuh atau berumur, kenapa tidak menggunakan potensi muda (yang mengerti tentang sejarah majapahit dan punya passion tentunya). Paling tidak ada regenerasi dan kepedulian dari kaum muda untuk menjaga-melestarikan peninggalan leluhurnya.
Setelah puas dengan Gapura Wringin Lawang, kami berpindah spot ke Candi Bajang Ratu. Dalam perjalanan kami juga melihat Telaga Segaran, cukup ramai, karena banyak warga sekitar yang memancing. Sampai di Candi Bajang Ratu hari semakin beranjak temaram, cukup singkat, kami hanya mengambil beberapa foto dan melihat sekitar (dan candi tentunya). Yang bikin heran, ketika saya melihat ada beberapa muda mudi yang nongkrong. What hell, ini kan candi bukan tempat duduk-duduk atau mojok pacaran. Salah satu contoh gambaran kaum muda yang lupa tempat dan lupa sejarah. ckck
Spot terakhir perjalanan kali ini adalah Candi Tikus (kalau tidak salah ada beberapa yang menyebutnya sebagai Candi Temon). Sebuah tempat pertirtaan/pemandian raja, ratu dan juga bangsawan Majapahit pada zamannya. Waktu beranjak maghrib ketika kami tiba disana. Sambil duduk-duduk, menikmati pesona candi dan juga langit yang menuju senja. Yep, I think this feeling like heaven of world. Perasaan damai, yang mungkin tidak saya dapatkan ketika plesir atau pergi ke tempat ramai dan modern seperti kebanyakan. Perjalanan yang murah, tetapi cukup berkesan, karena apa yang dinamakan kearifan lokal, alam dan juga kesahajaan telah memberi kami kepuasan batin. Hmm, mungkin besok tidak ada salahnya untuk kembali mencari tujuan wisata seperti ini lagi. Semoga ..
Label:
expresion,
indonesia,
potrait,
travel report
Love Affair With Payung Teduh
Yeeep, best music's experience ever. Cheap clothes, yummy foods, beauty girls, nice cold beer and also fine music from Payung Teduh. Thank you a lots @sundaymarketSBY
Jangan Bakar Sampah !!
Sampah, sisa atau sesuatu yang tidak kita gunakan lagi yang akhirnya kita buang. Mungkin sepanjang hidup manusia di bumi ini tidak dapat terlepas dari yang namanya sampah. Hampir setiap hari kita menghasilkan samapah, maka tidak terbayangkan berapa banyak jumlah sampah yang ada di bumi ini (di Indonesia sendiri rata-rata kota besar menyumbang ratusan ribu ton per harinya. ckck). Sampah merupakan issue yang perlu diperhatikan oleh manusia di bumi ini. Kenapa ? karena secara tidak langsung jumlah sampah yang berlebih ini juga berpengaruh pada alam, ekosistem dan juga sumber penyakit. Belum lagi masih banyaknya kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat membuang sampah sembarangan, yang pada akhirnya mengurangi keindahan dan mencemari lingkungan.
Dan salah satu cara yang seringkali dilakukan oleh masyarakat dalam mengatasi tumpukan sampah adalah dengan membakarnya, cara ini dianggap efektif, praktif dan juga murah (tentunya). Tetapi tahukah cara ini juga malah menimbulkan efek negatif dan ancaman yang berbahaya bagi manusia dan juga alam. Pada umumnya sampah rumahan yang dibakar secara serampangan, akan menghasilkan karbon monoksida (CO). Yang apabila terhirup oleh manusia dapat menganggu fungsi kerja hemogoblin, yang mestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen (O2) ke seluruh tubuh. Sebagai gambarannya, satu ton sampah yang kita bakar dapat menghasilkan gas CO) sebanyak 30 kg.
Asap dari pembakaran sampah plastik menghasilkan senyawa kimia dioksin atau zat yang bisa digunakan sebagai herbisida (racun tumbuhan), proses ini juga dapat menghasilkan fosgen atau gas beracun yang berbahaya (konon gas ini digunakan sebagai senjata pembunuh pada masa perang dunia pertama). Asap dari pembakaran juga mengandung benzopirena (gas beracun penyerang jantung) sebanyak 350 kali, yang menyebabkan kanker dan penyebab iritasi. Membakar kayu juga dapat menghasilkan senyawa yang mengakibatkan kanker. Sedangkan untuk melamin dapat menghasilkan formadehilda (formalin).
Belum lagi kebiasaan masyarakat yang suka membakar sampah di area terbuka, ini dapat menghasilkan partikel debu halus atau Particulate Matter (PM) yang mencapai level 10 mikron. Dimana pada level ini zat tidak dapat disaring oleh alat pernapasan manusia, sehingga bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan susah nafas. Selain itu pembakaran sampah di area terbuka juga dapat menghasilkan kabut asap yang tebal dan mengurangi jarak pandang dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal serta kebakaran yang dapat meluas. Contoh yang paling parah adalah kebakaran hutan di pulau Sumatera dan Kalimantan, dimana negara tetangga (Malaysia dan Singapura) cukup terganggu dengan kiriman asap ini ke negara mereka.
So, bagaimana atau cara efektif seperti apakah untuk mengatasi masalah sampah ini ? Menurut saya untuk mengatasi masalah sampah dan dampak negatifnya tadi. Mungkin kita bisa memulai dengan mengurangi timbunan sampah dan membuang sampah sembarangan, STOP BAKAR SAMPAH !!, Galakan bank sampah di lingkungan rumah kita serta mulailah untuk memilah sampah, minimal dengan mensortir mana sampah organik, non organik dan sampah B3. Dan terakhir mulailah dari diri kita sendiri, segeralah bergerak karena issue sampah dan kebersihan lingkungan bukan tugas petugas dinas kebersihan dan pertamanan kota juga bukan tugas pemulung. MERDESA !!
Label:
campaign,
critism,
point of view,
potrait
Berhenti Jadi Buruh, Mulailah Jadi BOS !!!
Beberapa hari belakangan ini kalau saya membaca surat kabar (baik via mobile maupun cetak), pasti banyak yang memampang tentang maraknya demo para buruh di berbagai kota. Mereka para buruh yang tergabung dalam kelompok-kelompok serikat buruh, melakukan konvoi di jalan-jalan (seperti di kota saya beberapa hari yang lalu), mensweeping buruh-buruh lainnya untuk ikut berdemo hingga bersama-sama menuju kantor bupati atau gubernur untuk sekedar berorasi dan mengungkapkan unek-unek mereka (dan tentunya melakukan aksi mogok kerja). Semuanya kembali atas nama keadilan dan kesejahteraan hidup para buruh.
Memang tidak salah atas apa yang diperjuangkan oleh para buruh ini. Dilihat dari tingkat kesejahteraan sosial masih banyak kehidupan buruh yang tidak berkecukupan atau bahkan ada yang sangat kurang. Harga BBM yang mahal, harga SEMBAKO yang juga tinggi dan bahkan kebutuhan-kebutuhan lain yang harganya melangit (biaya kesehatan dan pendidikan). Mungkin ini yang membuat mereka menjerit dan menggerakkan untuk melakukan aksi demo tahunan ini.
Tetapi disini masalahnya bukan hanya pada kesejahteraan buruh saja, angka yang dituntut oleh para buruh saya kira tidak realistis (buruh di provinsi DKI Jakarta bahkan menuntuh angka nominal UMP hingga 3,7 Juta !!). Apa tidak terlalu kebanyakan angka setinggi itu untuk membayar gaji buruh tiap bulan, yang menurut saya hanya berijasa (SMP-SMA) dan hanya bermodalkan otot (tenaga kasar). Misalkan pemprov menyetujui tuntutan para buruh tersebut, apakah ada jaminan mereka akan langgeng bekerja di pabrik atau perusahaannya yang sekarang ? Apakah mereka (para buruh) juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas mereka (baik formal, skill atau semangat kerja) yang tentunya dapat meningkatkan review bagi perusahaan ?
Perusahaan pastinya memiliki kemampuan finansial yang berbeda-beda, ada perusahaan yang kuat (mungkin PMA atau BUMN) dan ada juga perusahaan yang biasa-biasa (perusahaan dengan modal terbatas). Disini tentunya perusahaan tidak serta merta mampu memberi upah sedemikian besarnya (misalkan tadi UMP 3,7 Juta), pastinya perusahaan akan melakukan pengurangan jumlah karyawan (buruh) secara besar-besaran untuk menyeimbangkan neraca dan juga efisiensi. Nah, terus bagaimana nasib para buruh yang terkena dampak PHK ini, mencari kerja tentu tidak semudah yang dibayangkan bukan. Yang kedua, jika pun ada yang bertahan (tidak kena PHK), tentunya perusahaan akan menuntut lebih kepada si karyawan (buruh). Bisa saja kerja makin keras, memiliki keahlian khusus atau mampu bekerja ganda (melakukan dua pekerjaan sekaligus). Kalau tidak mampu maka siap-siap hengkang, karena dibelakang para lulusan baru atau bahkan lulusan dengan pendidikan lebih tinggi (D3, S1 atau bahkan S2) akan masuk menggantikannya. Maka saya akan tidak bisa membayangkan, berapa banyak lagi jumlah pengangguran di negeri ini.
Saya teringat kata-kata dari ayah saya, "kalau ingin hidup enak janganlah jadi seorang buruh, manajer atau bahkan PNS sekalipun. Yang bisa bikin kamu kaya ya cuma jadi seorang pengusaha". Dulu saya menanggapinya dengan lalu, semakin beranjak dewasa saya makin faham apa arti kata-kata ayah saya itu. Melihat realita yang ada, mencari pekerjaan susah, modal pintar saja tidak cukup tetapi harus punya skill, belum lagi kalau tidak punya kenalan atau koneksi di perusahaan itu. Yang terus semangat akan terus mencari, yang putus asa atau bahkan depresi akan menyerah dan pasrah digilas roda kehidupan. Satu-satunya oase adalah dengan menjadi sorang pengusaha, ya berjuang menafkahi hidup dengan kemampuan sendiri, berdikari atau istilah kerennya independent. Karena menurut saya ekonomi Indonesia harus berbasis kerakyatan, percaya kepada kemampuan sendiri (baik untuk mengolah sumber alam yang ada), teknologi padat karya yang mampu memberi manfaat untuk sekitar (masyarakat dan lingkungan). Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan stabil dalam ekonomi. Dan terakhir, tentunya semakin sedikit saudara-saudara saya yang mulai meninggalkan mental kuli (buruh), berani untuk berdiri tegak dengan kemapuan sendiri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri tanpa bantuan investor (kaum kapitalis). Indonesia bisa, Indonesia hebat. MERDESA !!!
image sources : eg.baratamedia.com
Label:
critism,
indonesia,
point of view,
potrait
Kenapa Kawula Merdesa ?
Cukup
banyak orang, teman atau bahkan customer
yang seringkali bertanya tentang hal ini kepada saya, “ Mas, kenapa kok nama
usahanya Kawula Merdesa ?” Kalau boleh jujur nama ini sangat special untuk
saya, berasal dari kata-kata berbahasa jawa (bukan berarti saya termasuk orang
yang sukuisme), arti kata kawula yang berarti orang, sekumpulan orang dan
merdesa, yang berarti hidup dengan layak (yang saya ketahui setelah membaca
buku karya Pandji Pragiwaksono yang berjudul Berani Mengubah). Jadi kalau
digabungkan menjadi orang atau sekumpulan orang yang berusaha untuk dapat hidup
secara layak.
Merdesa,
mungkin mirip dengan kata merdeka yang berarti bebas, mandiri atau berdiri
sendiri. Semua tahu Negara tercinta ini sudah lama merdeka dari penjajahan.
Tetapi apakah kita sudah benar-benar merasakan bagaimana menjadi orang yang
hidup merdeka dan merdesa ? Mungkin segelintir orang sudah ada yang merasakan
bagaimana rasanya merdesa, sisanya atau bahkan kebanyakan dari penduduk Negara
ini saya pikir masih hidup dalam kondisi yang bisa dikatakan kekurangan atau
miskin. Indonesia tercinta ini juga masih kurang berdaulat (baca: merdeka) di
rumah sendiri, karena masih dikuasai oleh penjajahan dalam bentuk lain (ekonomi,
budaya, dll.). Yang paling mengelus dada terutama bagaimana kekayaan alam kita
yang diekspoitasi secara habis-habisan oleh asing melalui perusahaan-perusahaannya
yang berdiri di negara ini atas nama investasi. Yang menyebabkan kita (para
pribumi) hanya puas menjadi buruh dan puas menikmati remah-remah buangan dari
apa yang seharusnya bisa kita nikmati sepenuhnya.
Saya
pikir solusi untuk permasalahan ini adalah bagaimana kesadaran kawula (orang,
masyarakat) Indonesia untuk sadar bahwa kita adalah individu merdeka yang bisa
hidup mandiri atas daya dan kekuatan kita sendiri. Seperti kata Bung karno, “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan
dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang
merdeka”. Maka kesadaran saya adalah bagaimana untuk hidup ini kita harus
percaya atas kemampuan sendiri yang dalam artian berani untuk berwirausaha
(entrepreneur), menciptakan lapangan pekerjaan, memberdayakan masyarakat
sekitar dan mensinergikan antara komoditi local dengan teknologi secara arif.
Sehingga ke depan kehidupan kawula Indonesia bisa hidup layak (merdesa),
sejahtera, gemah ripah loh jinawi seperti kemasyuran Indonesia masa lampau.
Maka setelah mendengar penuturan saya ini, banyak orang yang bilang arti kata
ini sangat filosofis, tapi untuk saya kata-kata ini mengandung doa, harapan dan
cita-cita yang harus diperjuangkan. Bukan hanya untuk usaha yang sedang saya
jalankan saat ini, tetapi untuk kehidupan kawula Indonesia. Merdeka dan Merdesa
!!
Malang Holy-time (part 2) : La Gorgeous Payung Teduh
I finally get to see a live performance from Payung Teduh ! Reconcile and also amazing, maybe just two words that I can give to a concert on Monday (6/5) yesterday evening. The concert, titled Rhytme of Love held at the Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), in addition to performing of Payung teduh also appearance of indie bands Malang others and also coincided with the launching of a local band album called Ice Cream. Here's a little note and a glance from me about this concert.
Me and the girlfriend (ciyeeh) arrived at the venue at 8 passing, late I think, given the open gate that had started at 3 pm. Came, we were immediately exchanged our pre-sale tickets with the original ticket and after that we had to pass through multiple layers of security guard (huft). Before entering into the dome, me and girlfriend took the photos first. Incidentally in front of the committee has provided a wall of fame for place photo (little bit narcism).
Entered, we both immediately treated by a row of indie bands Malang (I do not memorize the names of the band) who brought the hero of each song. My judgment, they (indie bands Malang) is very attractive, the instrument of the good games combined with cool sound effects. Yeaah, I think they're so cool and great. But of several bands that performed that can steal my attention was the band Undah-Undih. Ndagel style of standup comedy and musicality that catchy 80's rock I think is a successful combination made the audience (including me) were very entertained. Not to mention two girls songstress who geulis pisan euy (hahaha).
After performing from Undah Undih, I think the next band is Payung Teduh. Eits was wrong, next is the band performing Ice Cream. New Comer in the realm of indie music Malang, they were lined up as the owner of this event brought approximately 4 songs from their new album (which was launched all). I do not want to talk at length about this band (given my shallow knowledge about the indie band scene Malang and in particular the band itself). But I think this band is more suited as a duet for the vocalist with the other as a drover (ckck). Though the musicality arguably passable vocalist and sound (especially the girls) were fantastic. Oh yaa, still in my opinion, the band also looks a bit arrogant.
At 12 over, eventually Payung Teduh went up on stage. Before playing a row of their hits. Is the vocal invites us all to sing the song "Bagimu Negeri". Solemn atmosphere and sing along sound echoed throughout the dome. Completed, Payung Teduh immediately play "Berdua Saja", "Kucari Kamu", "Sisa-sisa Keihklasan " & "Angin Pujaan Hujan". After the last song played minor incidents occurred, the committee cut the time in which the band performing. The result of hundreds of attendees and Payung Teduh own personnel also had to be disappointed. But, all immediately relieved by playing the song "Menuju Senja" and "Untuk Wanita Dalam pelukan". Sad but sweet, that's the ending of the Payung Teduh's concert that night. Hopefully tomorrow can meet and see the Payung Teduh concert again. Oh forgetfulness, me, my girlfriend and my friend had the opportunity to photograph together with personnel of Payung Teduh (Is, vocalist & Comi, bass). That's a special moment with them, it turns out they are friendly and humble.
Label:
indonesia,
inspirational figures,
music,
potrait
Malang Holy-time (part 1) : FABULEUX BATU SECRET ZOO
Yeay, finally I can get back vacation. although for the holidays not far away, I was going to Malang. Have not counted how many times I visit this city, especially visiting the sights. But this special time, because I was with my friends working in ALMAHA. And this little story about the trip yesterday.
As usual Batu town offering coolness and natural beauty with a backdrop of mountains and hills. Not to mention the atmosphere harmony of rural and agricultural, that made me enchanted. Our vacation destination this time is to visit Batu Secret Zoo. Honestly, this is the first time I went here. So I was very enthusiastic and enjoy. Batu Secret Zoo offers a concept of modern zoo that combined with a variety of rides and wildlife museum inside as well. Exciting, because I get to see and learn about the animals of course. And surrounds this place also takes a long time, because the place is huge!!
Trip around Batu Secret Zoo is completed at four o'clock. Tired, Happy and satisfied that I have feel. And before ending concludes with pictures with ALMAHA friends in front of the Museum Satwa. But I have not finished holiday, because the next day I was there the other exciting trips in this cold city.
As usual Batu town offering coolness and natural beauty with a backdrop of mountains and hills. Not to mention the atmosphere harmony of rural and agricultural, that made me enchanted. Our vacation destination this time is to visit Batu Secret Zoo. Honestly, this is the first time I went here. So I was very enthusiastic and enjoy. Batu Secret Zoo offers a concept of modern zoo that combined with a variety of rides and wildlife museum inside as well. Exciting, because I get to see and learn about the animals of course. And surrounds this place also takes a long time, because the place is huge!!
Trip around Batu Secret Zoo is completed at four o'clock. Tired, Happy and satisfied that I have feel. And before ending concludes with pictures with ALMAHA friends in front of the Museum Satwa. But I have not finished holiday, because the next day I was there the other exciting trips in this cold city.
Label:
indonesia,
personal,
potrait,
travel report
Saturday Swing With Mocca : Photo Report
![]() |
| Arina was playing her flute, cool |
![]() |
| shows a gift from fans |
![]() |
| Toma capture photo abou madness concert in Colors |
![]() |
| yeeay, I got the ticket |
![]() |
| narcism me ! haha |
![]() |
| disco light |
![]() |
| Wall of fame |
![]() |
| fire action-filled concert |
Label:
music,
personal,
potrait,
publication
Saturday Swing With Mocca
Yeaay, finally I can
see Mocca’s concert again last saturday !! mungkin ini adalah hal yang sangat
langkah, mengingat band ini lebih banyak vacum untuk saat ini. Konser bertajuk
Saturday Swing yang bertempat di Colors Pub and Resto Surabaya. Hmm, suatu
tempat yang ga’ lumrah sebenernya untuk melihat konser band indie, karena
kesannya esklusif. Tapi it’s okay, mengingat tiket yang saya beli lumayan murah
(cukup 35 ribu saudara-saudara).
Saya dan pacar (ciyeeh)
sampai di venue pukul 18.00 kurang dikit, lebih awal sebenarnya karena menurut
kabar burung yang ditangkap open gate memang jam segitu. Maklumlah, kita hidup
di Indonesia yang menjunjung tinggi budaya Rubber Duck (uupss). Sambil menunggu
open gate dan tiket (ceritanya kami berdua nitip beli dari temen-temen SF
Malang) kami berdua sempetin dulu utuk foto-foto di depan baliho segede gaban
yang ada fotonya Mocca. Semakin malam merayap tampak penonton dan penikmat
music Mocca seantero Surabaya dan sekitarnya berdatangan. Dan setelah
temen-temen SF datang dan tiket didapat akhirnya kami berdua masuk. Mocca here we
come !
Colors Café, mungkin
tidak banyak yang berubah dari terakhir kalinya saya kesini. Bangunan colonial
Belanda dan suasana café yang emang cozy dan sedikit remang tentunya. Masuk
kami dilema dengan menu yang ditawarkan, sebotol kecil soft drink kita harus
mengeluarkan extra cash sebesar 25 Ribu (mahal, padahal embel-embelnya special
price). Lumayan lama kami menunggu mocca naik gigs, penonton mulai berjubel dan
suasana semakin menghangat. Tapi tepat pukul 19.30 WIC (Waktu Indonesia Colors)
akhirnya Mocca keluar juga. Sempat speaking sebentar, merka langsung menghajar
kita (para penonton yang sudah bersabar menunggu saat ini) dengan lagu-lagu
hits mereka seperti I love you anyway, Butterfly in my tummy, I would never, I
remember, Friends dan lain-lain. Sekitar 15 lagu mereka bawakan dengan lagu
terakhir it’s over now menutup malam minggu swing. Eits, but that’s not realy
over. Ternyata mereka balik lagi. Ada dua extra songs yang Mocca berikan untuk
kita para SF yang hadir malam itu, Secret admirer dan Swing it Bob benar-benar menutup
konser malam itu.
Puas, senang, terharu,
capek dan tongpes (kantong kempes) adalah kata-kata yang mewakili konser Mocca
kemarin. Puas dan senang karena akhirnya dapat melihat meraka manggung lagi.
Terharu karena mereka bakal vakum lagi, entah untuk berapa lama lagi. Capek dan
tongpes adalah efek lain (hahaha). But that’s beautiful Saturday night ever,
melihat mocca yang langkah dan ditemani pacar yang memang sudah tidak banyak malam
minggu yang kita lewati bareng. Thanks God.
Selokuro Rainy Trip
Yeaay, akhirnya liburan juga hari minggu kemarin. Walaupun tidak ke tempat wisata yang jauh atau mall-mall di Surabaya yang dingin dan memanjakkan nafsu belanja. Tujuan saya dan teman-teman adalah Lamongan, tepatnya kecamatan Selokuro. Ada beberapa alasan kami pergi ke desa yang masih asri ini, pertama adalah untuk urusan bisnis, kedua liburan tentunya dan terakhir adalah mengantar teman saya Agung mudik. hehehe
Perjalan siang kemarin agak sendu mendayu-dayu, mendung dan gerimis mengundang menemani kami. Benar saja, sampai di daerah Sembayat (Gresik), kami bertiga sudah basah kuyup terkena air hujan dan cipratan air dari kendaraan lain. Menjegkelkan tentunya, tapi nikmati sajalah perjalanannya. Kami tiba di kecamatan Selokuro tepat pukul 2 siang, pemandangan khas desa dan rutinitas pribumi sekitar menyambut kami bertiga. What heaven like that, huh ?
Setelah rehat sebentar di rumah Agung, kami akhirnya menuju ladang tempat rencana kami bertiga akan berternak lele. Selain itu kami juga akan megembangkan budidaya Rosella. Cukup menjanjika saya pikir, mengingat dua komoditi ini (lele dan rosella) cukup digemari masyarakat luas. Ini peluang untuk kami bertiga, kesempatan yang akan maksimalkan agar mendapatkan suatu yang besar nantinya. Hahaha
Ladang di desa sini masih sangat subur. Banyak hamparan tanah merah, yang konon adalah tanah yang baik untuk bercocok tanam karena tingkat kesuburan yang tinggi. Didukung dengan ketersediaan air yang sangat melimpah. Benar-benar Indonesia-ku yang subur dan kaya.
Jujur sangat menyenangkan dapat bermain hujan-hujanan dan jalan di ladang hijau yang asri. Banyak yang saya temui disini, daun hijau yang basah, bau tanag yang alami, buah-buahan dan juga binatang khas pedesaan. Sebelum saya kembali ke rumah untuk segera pulang ke Gresik, saya sempatkan untuk menggambil beberapa daun singkong muda. Hitung-hitung sebagai oleh-oleh untuk Ibu tercinta di rumah.
Gerimis, ladang hijau, orang-orang desa yang ramah dengan alamnya yang segar. That's perfect Sunday for me, thanks God !
Subscribe to:
Posts (Atom)




















































