Showing posts with label picture. Show all posts
Showing posts with label picture. Show all posts

Indonesia Ring's of Fire


This land on fire.
This land could bleed.
In every disaster there's a faulter to seek.
People meander, wait to retreat.
People forsaken of what they believe.
Does it matter ? Does it matter ?
It's only mattes for a while.
Does it matter ?

(The S.I.G.I.T. - Land of Fire)

 Indonesia kembali berduka, belum selesai bencana meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Kembali salah satu gunung di pulau jawa juga ikut meletus, ya Gunung Kelut di Jawa Timur tidak dapat menahan lama-lama muntahannya pada kamis malam (13/12/14). Dampaknya tidak main-main, ledakannya mengagetkan seantero wilayah di kediri, blitar dan sekitarnya, kilatan petir dan juga gemuruh juga menemani sang gunung mengeluarkan hajatnya. Hasilnya, lahar dingin menyapu dan merusak pemukiman, sawah dan juga apa yang dilewatinya. Parahnya lagi abu vulkanik juga menghujani hampir seluruh kota-kota di Pulau Jawa. Sungguh bencana yang maha dahsyat.
   Sering dalam hati saya bertanya, kenapa negeri yang indah ini juga menyimpan bencana yang bisa saja terjadi setiap saat. Apa karena manusianya yang tidak menjaga dan bersahabat dengan alam atau Tuhan mengutuk kita, manusia-manusia yang tinggal di negeri ini ? Entahlah, ada beberapa jawaban yang bisa saja menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Tetapi yang sangat menarik bagi saya adalah istilah Indonesia ring's of fire. Hmm, apa maksudnya ini ?
   Ring's of fire atau apabila kita translate menjadi cincin api pasifik, adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan juga letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan samudra pasifik. Yang dimana bentuknya menyerupai tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 Km. Secara histografi, Indonesia tercinta ini merupakan wilayah yang sering mengalami gempa bumi, bencana tsunami, banjir dan juga letusan gunung merapi. Ini karena wilayah Indonesia dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Selain merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia, membentang dari mulai pantai barat Amerika Selatan, berlanjut ke pantai barat Amerika Utara, melingkar ke Kanada, semenanjung Kamsatschka, Jepang, Indonesia, Selandia baru dan kepulauan di Pasifik Selatan. Indonesia sendiri memiliki gunung berapi dengan jumlah kurang lebih 240 buah, di mana hampir 70 di antaranya masih aktif.


   Hal terbaik yang mungkin bisa kita lakukan khususnya bagi masyarakat Indonesia sendiri ialah berusaha untuk sewaspada mungkin akan datangnya bencana yang mungkin bisa datang secara tiba-tiba. Karena sesungguhnya semua kejadian yang telah atau yang akan terjadi ialah semuanya kembali kepada tuhan yang maha pencipta. Kita sebagai manusia hanya bisa berdo’a semoga kejadian buruk tidak terjadi lagi.

picture source : google, facebook




NP : Payung Teduh - Menuju Senja


Jujur, lagu ini selalu bisa membius hati dan pikiran saya dalam setiap keindahan musik dan liriknya. Mungkin semacam mood booster, ketika sedang capek dan juga down.

Quotes of The Day


That for me, how about you ? agree ?

How Simple Life Is ?

   

   Hidup, kadang sering kita berpikir bagaimana dan apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini ? Pertanyaan simple tapi memiliki jawaban yang beraneka ragam antar manusia satu dengan yang lainnya. Mungkin ada yang merasa bahagia ketika hidupnya penuh bergelimang harta, hidupnya bahagia karena memiliki jabatan dan kekuasaan yang tidak terkira, hidupnya bahagia karena memiliki istri sembilan atau lebih (what shit happen !) atau malah hidupnya bahagia karena setiap harinya dia mampu berderma memberi makan orang-orang disekitarnya. Hmm, aneh tapi itulah adanya.
   Menurut Dalai Lama (pemimpin spiritual Buddha di dataran tinggi Tibet), "The purpose of our live is to be happy". Dan dimensi pengertian bahagia sangat banyak dan sedikit rumit (menurut saya). Tetapi percayalah, kebahagiaan sejati adalah dimana menjadi apa yang mampu kita capai, mensyukuri dan membaginya dengan orang yang kita kasihi dan yang ada disekitar kita. Toh, dunia tempat kita hidup ini hanya fana dan semu belaka, jadi tidak perlulah yang sempurna untuk merasakan kebahagiaan dalam hidup. Last words, how simple your life ? Kalau saya, bisa hidup tenang, nyaman dengan orang-orang tercinta dan selalu bersyukur atas apa yang saya miliki saja sudah cukup. Oh lupa, satu lagi, bisa makan indomie dan plesir ke tempat-tempat indah di Indonesia ini juga suatu kebahagiaan (lol !)  :)

Trip to {paradise}

Wow, Subhanallah, mungkin kata-kata itu yang bisa saya ucapkan dalam hati ketika pertama kali membuka mata dan melihat pemandangan diluar sana. Suara deburan ombak, hawa dingin angin yang semilir dari laut, yep it's beach. Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman saya berkesempatan untuk liburan ke pantai. Bukan pantai yang jauh kok, lumayan dekatlah, di pesisir selatan Kabupaten Malang. Pantai Bajul Mati, begitu pantai ini dinamakan. Eksotis dengan hamparan pasir putih serta batuan karang yang menyekat antara daratan dengan Samudra Hindia.
Sayang beribu sayang, keindahan sunrise yang seharusnya bisa didapat pagi itu sirna sudah. Langit tampak muram, mendung pekat sisa semalam dan rintikan gerimis masih saja menemani. Tapi tak apalah, keindahan Pantai Bajul Mati di pagi ini masih bisa dinikmati. Dengan ditemani harum masakan pagi dan teman-teman yang menyenangkan.


Menjelang siang, perjalanan kita lanjutkan menuju spot berikutnya, kemana ? tentu saja masih disekitaran pantai pesisir selatan Malang ini. Jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Pantai Bajul Mati, tetapi sayangnya akses dari jalan raya menuju ke pantai ini masih sulit. Mungkin masih kurangnya keseriusan pemerintah untuk mengarapnya. Terpaksa kami melanjutkan perjalanan dari jalan raya dengan berjalan kaki, sebenarnya warga sekitar sudah menyediakan angkutan menuju pantai yakni berupa ojek. Tarifnya pun relatif murah, hanya sepuluh ribu rupiah, tetapi karena kami ingin berjalan-jalan dan menikmati pemandangan akhirnya diputuskan untuk berjalan kaki (bukannya pelit lho). Sepanjang perjalanan menuju pantai (jaraknya sekitar dua kiloan), kami disuguhi dengan berbagai macam view yang menakjubkan. Perbukitan, aneka pepohonan, ladang, kebun pisang dan tentu saja keramahan para penduduk sekitar (bukti kalau konon masyarakat Indonesia yang murah senyum masih belum habis!).


Setelah beberapa menit berjalan akhirnya kami sampai di lokasi pantai, yeaay. Sangat excited, berhubung ini pertama kalinya saya mengunjugi pantai ini dan yang lebih kerennya lagi pantai ini super duper indah viewnya (walaupun lagi-lagi mendung pekat masih belum sirna). Tapi okelah, saya juga hanya ingin menikmati liburan di Pantai Goa Cina ini. Kesan pertama selain keindahan viewnya adalah nama pantai ini sendiri, why must name Goa Cina ? bukannya ini Indonesia. Ternyata oh ternyata setelah ditelisik, dahulu pada tahun 1930 konon ada seorang pertapa berkebangsaan Cina yang bersemedi di goa karang di pantai ini. Dan lebih bikin merinding lagi adalah si pertapa tadi musnah atau bahasa jawanya moksa (nah lho).


Diluar kisah mistis tentang riwayat pantai ini, Goa Cina menyuguhkan keindahan lukisan Allah yang nyata. Hamparan pasir putihnya, ombaknya yang bergulung-gulung dan juga hamparan pulau karang yang tersebar di dekat pantainya, it's perfect. Belum lagi pantai ini juga menyediakan area untuk berkemah, wow. Selain itu masyarakat lokalnya yang ramah dan juga masakan khas yang harganya cukup murah (untuk ukuran mahasiswa tentunya). Yeaah, maka tidak berlebihan kalau wisata saya ini saya namakan road to paradise. Pantai pesisir selatan Malang yang indah, yang tidak kalah dengan pantai sejenis yang masih banyak di seantero Indonesia tercinta ini. Last word, kekayaan yang diberikan Allah untuk negeri ini sangatlah banyak dan cukup sayang menurut saya apabila negara ini hilang bangganya terhadap kearifan lokal dan tradisinya. Sudah cukup kekacauan di negara ini, saatnya menyatukan pikiran dan tenaga untuk membangun, dengan tangan kita sendiri. MERDESA !

Spirit of MAJAPAHIT

Sudah siapkah saya, kamu, mereka dan kita semua untuk mengemban tugas ini ?

All in INDONESIA


    Saya rasa terlalu banyak kata-kata yang mewakili perasaan kita tentang Indonesia tercinta ini. Baik, buruk, indah, jelek semuanya campur aduk. Tetapi bagaimanapun saya selalu cinta dengan negeri yang indah ini. Negeri yang memberikan tanahnya untuk saya berpijak, berjalan, berlari dan tertidur di dalamnya. Negeri yang memberikan airnya untuk minum, mandi dan juga untuk makan. Bangsa besar yang tertidur pulas, seolah-olah kebesaran dan kemashyuran dahulu kala tercabut oleh masyarakatnya yang semakin merongrongnya. Indonesiaku yang indah, Indonesiaku tercinta. Segeralah bangun dan bangkit dari keterpurukan. Maafkan kami yang membuatmu seperti di ujung tanduk saat ini.

I call them jerk !




Pemandangan miris saya temui tadi sore ketika sedang mengisi bensin di SPBU. Banyak saya lihat mobil-mobil mewah ikut mengantri mengisi bensin premium. Padahal premium yang kemarin harganya akan naik dan mendapat tentangan dari semua rakyat Indonesia dan terutama mahasiswa (dan akhirnya harganya tidak jadi naik 1 April kemarin). Padahal premium merupakan bensin bersubsidi untuk masyarakat kecil. Apa mereka (Orang kaya bermobil mewah dan ikut mengantri bensin premium) itu tidak tahu malu, tidak punya hati. Mereka kan punya uang banyak, kenapa beli pertamax yang harga 1 liternya 10500,- saja tidak mampu ? Belum lagi konsumsi bensinnya yang puluhan liter tiap pekannya. Kontras apabila di bandingkan dengan konsumsi masyarakat bawah yang paling cuma 5 liter tiap pekannya (malah ada yang tidak sama sekali, karena motor saja tidak punya). Woiii, dimana kalian pemerintah ? para wakil rakyat yang katanya pro rakyat? Kalau terus begini sama saja bensin subsidi itu diperuntukkan bagi orang-orang kaya, pejabat korup yang mobilnya mewah, banyak (sampai karatan di garasi karena cuma untuk koleksi semata). Sama saja rakyat kecil dan miskin selalu menjadi korban. Perlu kebijakan yang tepat untuk mengatasi ketimpangan ini, perlu pengawasan, pembatasan dan solusi lain agar subsidi rakyat kecil tepat sasaran. Kalau perlu mobil mewah yang ada di Indonesia dikenakan pajak yang tinggi (supaya tidak ada lagi orang kaya yang hobi nimbun mobil banyak-banyak). Infrastruktur juga perlu dibenshi (angkutan publik, jalan raya dan jembatan), supaya masyarakat bisa beralih ke angkutan umum. Lebih merakyat, mengurangi emisi dan subsidi bensin dapat dialihkan ke subsidi yang lain (pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan). Semoga pemerintah dapat lebih peka dan tanggap terhadap masalah rakyat kecil, dan untuk orang-orang kaya bermobil mewah dapat segera mendapat pencerahan. Andil anda melalui tidak membeli bensin bersubsidi dan membayar pajak lebih tepat guna untuk negara ini.

April fools


Hey April, welcoming for you. Do you know if I bore, tire and under preasure. Work, lecture every day, and I think I need some holiday. April hope you give me exciting, lot of fun. And please don't be fools for me.

I think most young people of this country like this


Incidentally last time saw my homepage on facebook, I found an interesting the picture. Simply hit in my heart, because the picture is quite sarcastic what is now a lifestyle of young Indonesia today. Here mentioned if we haven't on drugs or (the term) shuffles, means we haven't told as a child in slang. Also mention lifestyle that idolize the social networking in excess, in which our activities from the start to open the eyes when you wake up going back to sleep just turn a blind eye to dwell on our gadgets just to update facebook status or twitter. Then there was another trend among women with ease and elegance shameless show off their beautiful bodies (ckck) Indulgence in lust, to sell themselves just to get money or so that was approached the man masher. Yeah maybe that all had been a terms to be said as a young people slang (anak gaul), not out of date and know about technology. But should a lifestyle like this, without doing something more positive. Don't just be a young people who just can have fun and do negative things that will be detrimental to us. Create a dream, prepare plans, living with really intention and (InsyaAllah) we shall succeed!

photo sources : eg.facebook.com/soalfrontal

INDONESIAN today : (still) consumptive is better than production


Sorry if the (possibly) my article is a bit provocative, but here's the situation in this country. Who prefer to bring in foreign products rather than (try) to produce, cultural spending the famous and branded items rather than spending for local products (most are not) are almost the same quality. Perhaps pride and a separate luxury when using these foreign products. And this is tantamount to killing the local craftsmen and entrepreneurs who have taken pains to develop and introduce their product (which is actually native Indonesia). Indeed, sometimes the product in our country there are still some shortcomings in the results or the quality of their products, but at least we appreciate the work they (the entrepreneurs and local craftsmen) by buying the original product Indonesia. 
As it is now being discussed, where the vocational high school students who managed to create innovation in the manufacture of cars. It was amazing as well as pride, that in fact they are still in school and learning can make a car. Far defeated the leaders of this country who can only sit back and insensitive in dealing all the problems of his people. It's quite a criticism against them, that the children of the nation can create a work that is not inferior to foreign-made. So what we still need to rely on the supply of foreign products in the country while still able to produce it yourself? Perhaps it is time we (the children of the nation) who cultivate the fertile lands of our own water, nationalized and we could be free from colonial capitalist economy are like this now. Because I believe we are all the people of Indonesia can!

Kemiskinan Yang Dipertanyakan (?)


Kadang muncul dilema saat saya harus menghadapi para pengemis dan pengamen di jalanan atau di keramaian. Bingung, apakah harus memberi atau tidak. Kebanyakan yang saya beri adalah para pengemis, alasannya jelas karena secara sosial mereka lebih membutuhkan. Tapi fakta lapangan banyak di jumpai para pengemis itu rata-rata adalah pemuda-pemudi. Mereka (yang notabene) ada dalam usia produktif, yang seharusnya bisa bekerja dan lebih berusaha untuk memenuhi kebutuhannya (dan bukan dengan jalan meminta-minta). Selain itu sering juga saya temui sebagian dari mereka (para pengemis), yang ternyata dalam kondisi berkecukupan (saat itu mereka saya lihat memiliki handphone, perhiasan emas dan juga mobil !). Jadi sebenarnya orang-orang miskin yang menjadi pengemis itu yang mana ? Apakah mereka yang benar-benar miskin secara ekonomi dan status sosial ? Atau mereka yang sebenarnya berkecukupan (tapi karena malasnya untuk bekerja) akhirnya menjadi pengemis ? Lucu yaa melihat fenomena seperti ini, seharusnya mereka (yang kehidupannya lebih baik) bisa mencari rezeki dengan jalan semestinya. Yang benar-benar miskin aja walaupun susah tapi tetap mau bekerja keras agar bisa makan. Seharusnya mereka-mereka (para sindikat) pengemis punya rasa malu untuk meminta-minta, karena bagaimanapun tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah.
Okeeey, sekarang ke obyek yang kedua, para pengamen ! Kalau boleh jujur kesan saya terhadap mereka adalah : para jobless yang menjual suara mereka untuk mendapat uang, tampil preman atau urakan (kebanyakan !). Dan mereka adalah orang-orang yang (sangat) jarang saya beri uang saya sedang mengadakan konser keliling. Tapi banyak yang bilang, mereka (para pengamen) masih lebih baik daripada pengemis. Alasannya : ya karena mereka masih mau berusaha (dengan menjual suara dan berjalan jauh) untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu mereka (kebanyakan) dalah para orang-orang kreatif dan total saat membawakan lagu, tahan malu dan juga tahan banting (saat orang yang di amenin tidak memberikan uang).
Mereka (para pengemis dan pengamen) adalah beberapa contoh dari orang-orang pinggiran di negara ini. Mereka berjuang, mereka bersusah payah dan bermandi keringat hanya untuk sesuap nasi, untuk menghidupi keluarga di rumah. Jadi, mestinya kita mesti bisa selektif untuk memberikan uang/sedekah kepada mereka. Lihat dengan mata hati, mana dari mereka yang benar-benar sangat membutuhkan. Agar apa yang mestinya menjadi HAK mereka dapat tersalurkan. Last, never stop to give and share to others, whatever it's our condition.

Shouts Out !



Yeaah, it's time to move on !!